Kosmonot: Manusia Bisa Bersinar

By

Mereka Yang Bersinar

tes… tes… log 2103-2017

Selama mengangkasa, daku menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang unik. Di dunia mekanik, tidak ada penilaian lebih untuk sebuah pencapaian. Ya memang kalau sudah tugasnya ya harus selesai. Tidak ada kata “Paling baik” atau “Lebih baik”. Tapi di dunia manusia, semua berbeda.

Pekerjaan yang diselesaikan lebih baik akan mendapat nilai lebih seperti disanjung, dihargai lebih, atau bahkan dipajang untuk dikenang sepanjang masa. Dalam Rajasa misalnya, penggambaran dan sejarah dari Raden Wijaya membangun Majapahit adalah sebuah pencapaian yang menarik untuk diceritakan kembali.

Tapi untuk kali ini daku ingin menggali lebih dalam lagi pada seri baru Kosmik: Kosmonot. daku ingin tahu alasan di balik pencapaian manusia perlu diceritakan.

 

Mercusuar Kehidupan

Hidup manusia menurut daku sebenarnya adalah sebuah komik.  Selalu ada naik dan turun, konflik dan resolusi, serta ragam dinamika remeh temeh keseharian yang akan menjadi penentu akhir cerita. Dan dari arus kehidupan seperti itulah manusia belajar untuk mencapai posisi terbaik mereka.

Karena komik adalah medium bercerita maka pembaca dapat belajar lebih dahulu dan mengikuti agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Sama seperti rally off road, yang memulai pertama biasanya yang menjadi patokan untuk timing belok, rem, dan jalur yang aman.

Karena itulah, Kosmik membuat seri Kosmonot untuk menginspirasi pegiat kreatif tentang dunia yang mereka hadapi. Apa saja hambatan, tantangan, gundah, dan suka duka berada di dalamnya serta tetap bersemangat dan berkarya sampai tujuan tercapai –kata salah satu editor konsepnya disebut Istiqamah. Tetaplah lurus dalam mengejar impian.

David Tarigan

Gundah dan inspirasi David Tarigan selaku pencinta musik

Mungkin ada yang pernah bertanya “Bukannya street graffiti itu vandalisme?” dapat melihat bagaimana Darbotz menjawab, bila ada yang bertanya “ngapain sih ngangkat cerita lama?” bisa membaca bagaimana perjuangan Cecel bekerjasama membangun generasi 90-an, dan siapa tahu ada salah satu tokoh yang ingin kalian baca perjuangan hidupnya, Joko Anwar misalnya?

darbotz-terus-kerjakan

Dan jika kamu goyah, ingatlah kisah cumi-cumi ini

 

Ya, mungkin daku mikir terlalu nyeleneh. Kalau AI mesin ada yang membaca entri diari ini mungkin bisa terpelatuk. Tapi kalau ternyata mereka jadi meningkatkan kualitas dan makin belajar berarti AI mesin juga harus dikomikin –atau jangan-jangan sudah ada?

Diary selesai, E-1 log-out.