Mitos Seputar Komikus (Part 2)

By

Tes, tes… E-1 log 2211-2017

Investigasi Mitos kembali daku lanjutkan. Masih bahasan yang sama: Mitos seputar komikus. Ada dua poin menarik lagi yang daku rasa perlu untuk ditulis dalam diari ini.

 

#3 Komikus Suka Ngunci Diri di Kamar!

Konon asumsi ini pula yang membuat komikus seakan-akan misterius alias kerja menggunakan mistis -syukur-syukur nggak dianggap lagi sakit keras. Mendiang R.A Kosasih semasa hidupnya kerja sembari mengunci diri di kamar. Makanan beliau disisipkan di sela-sela pintu. Tapi dari kondisi inilah komik-komik beliau lahir. Bagi yang nggak kebiasa mungkin akan heran, seperti heran bagaimana caranya melakukan ketok magic.

Tapi apa semuanya komikus seperti itu? Faktanya, beberapa komikus di Kosmik adalah makhluk paling aktif di dunia. Mereka suka jalan-jalan dan bisa ngomik di banyak tempat di berbagai suasana. Meskipun emang sebagian besar memilih waktu malam hari untuk mulai ngegambar. Ya, kalau udah malam pastinya apa boleh buat! Kerjanya pasti sambil ngunci diri di kamar. Paling-paling ada yang sedikit eksentrik untuk ngomik ditengah padang rumput jam satu pagi!

Penampakan kru-kru Kosmik?

 

 

Fakta: Komikus butuh ruang kerja yang cocok untuk berkonsentrasi. Caranya bisa macam-macam. Tidak selalu mengunci diri di kamar.

#4 Komikus Itu Anti-Sosial alias ANSOS!

Mungkin ini ada sedikit hubungan sama point sebelumnya. Komikus Introvert itu ada beberapa, asosial lain perkara. Daku bertemu dengan banyak komikus yang asik diajak ngobrol kok, bahkan mereka menjadikan interaksi sosial itu sebagai bagian dari proses kreatif mereka!

Yang daku tahu, komikus juga manusia. Mereka butuh interaksi dengan sesamanya agar tidak kesepian (kecuali pakai jasa robot lagi hot di bumi). Dan andai dibilang manusia super sampai harus diperlakukan atau berkelakuan beda, rasanya nggak begitu juga, ah. Tergantung orangnya aja, masing-masing emang punya cara komunikasi dan interaksi yang beda-beda.

dua-logo-medsos-populer-komikus-lokal

era digital mendesain ulang cara berkomunikasi komikus dan pembacanya.

 

Fakta: Cara komikus berkomunikasi nggak cuma dengan temu muka.

 

#5 Komik itu Hobi, Bukan Pekerjaan!

Daku lihat mitos ini terjadi karena menggambar dianggap mudah dilakukan. Dan beberapa memang ngomik dengan senang. Mungkin itu yang bikin daku merasa ‘apa pekerjaan’ itu harus yang dirasa berat ya?

Kalau mitos ini benar, maka nggak bakal ada Alex Irzaqi, Kreator Raibarong atau Erfan Fajar, Kreator Manungsa. Kedua orang ini adalah bukti nyata makhluk bumi yang mengubah hobi ngomiknya jadi pekerjaan. Mereka nyata dan beneran hidup!

Pahlawan Super adalah Bisnis

 

Daku perhatikan, anggapan ini terjadi karena menggambar masih dianggap belum menghasilkan. Ibaratnya melamar jadi menantu pakai embel-embel pekerja seni. Nggak dinyinyir atau dipandang curiga saja sudah bagus. Tapi di jaman sekarang, pekerja seni yang sukses bisa menunjukkan buku tabungan tanpa takut apalagi kalau kliennya dominan internasional.

Iklim kompetisi untuk komikus Indonesia semakin banyak. Daku rasa di jaman ini hobi menggambar lebih mudah bertransformasi menjadi pekerjaan.

Fakta: Kita bisa kok jadikan hobi sebagai pekerjaan!

 

Kesimpulan

Mitos tetaplah mitos. Frasa ini sepertinya cocok untuk menjelaskan apa yang daku tulis di diari ini. Komikus bukanlah manusia super. Justru pekerjaan ini membutuhkan dedikasi dan latihan untuk mencapai hasil yang diinginkan dan diterima pembaca.

Ini hanyalah mitos yang daku temukan dari obrolan santai dengan komikus. Mungkin saja suatu saat daku menemukan mitos lain yang menarik.

Diari  selesai. E-1 Log out.