Promoting Gender Equality through Comic

By

UN Women, Badan PBB untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, bersama dengan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Kedutaan Besar Negara-negara Anggota Uni Eropa, dan didukung oleh KOSMIK menyelenggarakan kompetisi komik dan kartun tanpa kata dengan tema kesetaraan gender. Kompetisi yang diadakan sampai tanggal 21 Oktober 2016 ini merupakan bagian dari kampanye “Planet 50-50 by 2030: Step it Up for Gender Equality” yang dicetuskan oleh UN Women Indonesia. Sejalan dengan misi ini, Kosmik mengusung RIXA sebagai ikon perempuan dan kesetaraan gender.

 

Print

 

Sebagai komik science fiction yang digarap KOSMIK yang menggandeng Lembaga Antariksa Penerbangan Indonesia (LAPAN), RIXA tidak hanya menjadi bagian dari mimpi Indonesia di bidang antariksa, tetapi juga menginspirasi perempuan Indonesia untuk berani meraih mimpi besarnya.

 

Haryadhi, kreator komik RIXA ini mengatakan bahwa salah satu alasan membuat komik ini adalah untuk menyampaikan gagasannya tentang pentingnya kesetaraan gender. Menurutnya, kesetaraan gender sangat penting dipahami baik oleh perempuan maupun laki-laki agar kita dapat berjuang bersama keluar dari stigma yang menyudutkan perempuan. Komik RIXA ingin mematahkan pandangan yang menganggap perempuan tidak layak meraih pendidikan tinggi atau memegang peran penting dalam masyarakat.

 

“Di sosial media saya tidak jarang melihat pendapat yang merendahkan kemampuan perempuan untuk berkarya dan meraih mimpi besar dalam hidupnya. Seakan-akan perempuan hanya ditakdirkan untuk urusan dapur dan ranjang. Saya membuat karakter Rixa sebagai sosok perempuan mandiri, cerdas, dan inovatif. Rixa tidak tertarik pada popularitas instan yang mengeksploitasi sensualitas perempuan. Rixa diharapkan bisa jadi role model yang menginspirasi kita untuk lebih peduli bahwa perempuan bisa hidup dalam dunia yang tidak menghalangi mereka untuk lebih sejahtera.”

 

Pehatian terhadap masalah kesetaraan gender di Indonesia juga disampaikan oleh Radhiska Anggiana, communication officer UN Women Indonesia. Hingga saat ini masih banyak kejadian yang membuat perempuan tidak mendapatkan akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Dalam lapangan pekerjaan misalnya, masih ada perusahaan yang melakukan praktek penerimaan dan promosi karyawan atas dasar gender.

Namun, selama kita tidak menyerah untuk berbuat sesuatu, maka selalu ada harapan. “Kami percaya bahwa setiap orang memiliki peran untuk menjadikan kesetaraan gender ini nyata. Dengan berpartisipasi maupun mendukung kompetisi ini, artinya ikut mendukung tercapainya kesetaraan gender,” ujar Radhiska lagi.

 

Kalau kamu kreator komik dan ingin mendukung peran perempuan dan kesetaraan gender di Indonesia, segera submit karya kamu ke  registry.indonesia@unwomen.org. Sampai tulisan ini dibuat, sudah ada lebih dari seratus aplikasi yang masuk. Setidaknya sepuluh karya terbaik akan dipamerkan mulai tanggal 25 November – 10 Desember, bertepatan dengan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan.

 

Haryadhi yang dalam kompetisi ini juga menjadi juri mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu fokus pada gaya gambar. “Tidak peduli dengan gaya gambarnya. Mau itu manga, amerika, eropa, ataupun gaya realis; karya yang membuat saya kagum adalah karya yang mampu menuturkan cerita dengan baik dan menyampaikan pesan yang kuat di dalam cerita tersebut.”

Penggunaan komik dan kartun tanpa kata untuk mengekspresikan gagasan pemberdayaan perempuan, hak perempuan, dan kesetaraan gender dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender. Hal ini disampaikan Radhiska yang tertarik dengan komik-komik di KOSMIK, terutama RIXA.

 

“Komik-komik di KOSMIK isinya tidak hanya menghibur tetapi juga selalu ada nilai positifnya. Terlebih lagi setelah lihat RIXA dengan tokoh utamanya yang perempuan dan astronot, sejalan banget dengan nilai yang diusung UN Women, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,” ujar Radhiska. Lebih jauh ia menambahkan bahawa dirinya sudah tertarik dengan Komik RIXA sejak melihat cover bukunya.

 

“Suka banget RIXA! Saya sudah tertarik dari pertama kali liat cover-nya. Perempuan Indonesia dan astronot pula. Makin tertarik lagi setelah membaca, bagaimana Rixa, seorang perempuan yang ayahnya seorang buruh kebun, menghadapi segala tantangan untuk meraih cita-citanya sebagai seorang astronot perempuan.” terangnya.

 

Radhiska kemudian mengutip beberapa kalimat yang diterima tokoh Rixa dalam komik. “Udah cewek, dari Indonesia pula! Mau jadi astronot? Kalo ngayal jangan ketinggian!”. Tekanan-tekanan semacam itu mungkin juga dirasakan perempuan-perempuan Indonesia ketika mengungkapkan cita-cita dan harapannya. “Senang sekali ketika akhirnya Rixa, tidak menjadikan kata-kata tadi menjadi sebuah hambatan, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus meraih cita-citanya. Sesuatu yang bisa menjadi inspirasi bagi perempuan dan anak perempuan di Indonesia.”

 

un-women

 

Ayo! Segera submit komik terbaik kamu agar semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap isu kesetaraan gender. Perempuan dan anak perempuan berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam pembangunan dan terbebas dari kekerasan dan diskriminasi,” pungkas Radhiska.